POPMARKET – Survei yang dirilis International Labour Organization (ILO) selama 2020-2022 menunjukkan 63% pekerja mengalami gangguan kesehatan mental.
Gangguan tersebut melingkupi perasaan sedih, tidak nyaman, dan gelisah di tempat kerja. Di sisi lain, Statista melaporkan ada 21,7 juta orang yang bergantung dan menggunakan transportasi online dalam kesehariannya.
Berangkat dari kedua studi tersebut, UDSR (Usaha Digital Samber Rejeki), content creator management yang mencetak influencer papan atas di Jakarta Selatan meluncurkan terobosan ‘Healing Ride’.
Healing Ride tercetus ketika istilah Hailing Ride, atau bisnis kategori transportasi online ramai dibicarakan. Kata ‘Hailing’ dirombak menjadi ‘Healing’, mengingat keduanya begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Program ‘Healing Ride’ dihadirkan dalam bentuk video, diunggah melalui kanal Youtube UDSR, yakni @ UDSAMBERREJEKI. Dalam durasi 30 menit, kita diajak menyelami percakapan pengemudi yang juga merupakan seorang professional listener dengan para penumpang.
Topik yang dibahas dalam ‘Healing Ride’ merupakan persoalan sehari-hari. Mulai dari isu pernikahan yang kadang menjadi tekanan bagi sebagian besar lajang, beban tulang punggung keluarga, sampai tema mengenai kesepian yang seringkali menghantui para penduduk Jakarta.
Sebagai professional listener, Ratri menganggap terobosan ‘Healing Ride’ merupakan jawaban bagi banyak orang yang ragu berkonsultasi ke psikolog.
“Enggak semua orang berani dan punya uang untuk konsultasi dengan psikolog. ‘Healing Ride’ ini terobosan brilian; gratis, bisa diakses siapa aja, sekaligus privat. Enggak bakal ada yang tahu kalau kamu jadi salah satu penumpang ‘Healing Ride’, privasi para penumpang terjamin aman,” papar Dr.Ratri.
Hamam Firdaus, Head of Creative di UDSR menyampaikan kekagumannya terhadap beragam cerita inspiratif yang bergulir dari pengemudi dan penumpang dalam transportasi online.
“Banyak sekali cerita driver taxi online yang inspiratif. Kusutnya jalanan Jakarta menyimpan ribuan untold sadness, untold stories yang jika kita dengarkan tanpa menghakimi, akan ada banyak pelajaran yang bisa diambil,” ujar Hamam.




