POPMARKET – Jumlah pengguna eCommerce diproyeksi dapat mencapai 99,1 juta pengguna. Peluang ini sangat besar bagi pelaku bisnis di Indonesia untuk mengembangkan strategi dan memanfaatkan potensi pasar yang ada.
Memahami tren belanja terkini jelas menjadi kunci utama bagi para penjual untuk menyusun strategi bisnis yang tepat dan meraih kesuksesan.
“Oleh karena itu, melalui fitur Bisnis Analisis di Seller Center Lazada, kami terus berupaya memberikan data, informasi, dan wawasan yang strategis dan menarik yang bisa dijadikan referensi untuk penyusunan strategi pengembangan bisnis para penjual di Lazada,” kata Head of Operations Lazada Indonesia Amelia Tediarjo, melalui keterangan tertulis.
Pasar eCommerce di Indonesia, dijelaskan dia, adalah pasar yang sangat dinamis dan penuh potensi.
“Kami terus meningkatkan komitmen kami untuk menciptakan ekosistem eCommerce yang inklusif dan berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan pelanggan Indonesia dan mendorong pertumbuhan perekonomian di Indonesia,” tambah Amelia.
Semakin banyak konsumen membeli kebutuhan sehari-hari, baik untuk kebersihan rumah maupun bahan pokok, secara online.
Di Lazada, kategori groceries menjadi salah satu kategori teratas yang paling diminati dan terus berkembang sepanjang tahun.
Penjualan tissue bahkan meningkat signifikan hingga puluhan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya sebagai produk terlaris untuk kategori ini di 2024, diikuti dengan beras, dan mi instan.
Sementara, di Harbolnas Lazada 12.12 yang lalu, perlengkapan mencuci seperti detergen, pelembut dan pengharum menjadi produk di luar bahan pokok yang paling banyak dibeli, diikuti dengan ragam kopi, susu, biskuit, dan snack.
Tahun ini, diperkirakan permintaan produk kebersihan berbahan organik akan terus meningkat. Ada juga peluang besar untuk makanan ringan (snack), frozen food, dan juga kebutuhan hewan peliharaan.




