POPMARKET – Label musik SEVENTH STARS resmi meluncurkan penyanyi perdananya, Diva Ramaniya, melalui single debut berjudul “Tempat Berlabuh”.
Peluncuran ini menandai langkah awal SEVENTH STARS sebagai label musik yang digawangi oleh Haris The Brothers dan Ryan Toding, dengan fokus pada pengembangan artis berbasis karakter vokal dan karya.
“Tempat Berlabuh” adalah lagu tentang ikhlas melepaskan dan yakin. Menggunakan metafora berlayar dan pulang, lagu ini berbicara tentang hubungan yang tidak dibangun atas dasar menahan, melainkan memberi ruang dan percaya.
Pesan tersebut ditegaskan lewat reff, “Berlayarlah ke mana pun kau mau, arungi luasnya samudra” dan “Ke mana pun akhirnya, tempat berlabuh tetap aku.”
Lagu ini sejatinya berangkat dari kisah cinta. Diva menulis “Tempat Berlabuh” dari perasaan personal terhadap seorang kekasih—tentang merelakan tanpa kehilangan keyakinan.
Meski demikian, maknanya sengaja dibiarkan terbuka agar pendengar dapat menafsirkan lagu ini sesuai dengan pengalaman masing-masing.
Menariknya, perjalanan Diva menuju rilis profesional ini berlangsung secara organik. Di lingkungan terdekatnya, warna vokal Diva kerap disebut mengingatkan pada Bernadya hingga Raisa.
Masukan tersebut mendorong Diva untuk menekuni musik dengan lebih serius. Dukungan penuh orang tua menjadi titik awal—berawal dari unggahan latihan vokal yang muncul di linimasa Instagram sang ibu, hingga akhirnya menghubungi Haris The Brothers.
Proses kreatif pun berjalan intens dan cepat. Dari latihan vokal hingga workshop lagu, Haris menilai kualitas Diva melampaui sekadar hobi.
Dalam proyek single “Tempat Berlabuh”, Haris berperan sebagai vocal director, mendampingi Diva dari workshop hingga rekaman final dalam kurun waktu tiga hari.
Fakta lainnya, “Tempat Berlabuh” merupakan karya cipta Diva sendiri, ditulis hanya dalam satu malam, lalu diramu bersama Haris The Brothers saat sesi workshop.
“Lagu ini memang aku tulis dari perasaan cinta. Tapi aku ingin siapa pun yang mendengarnya bisa menemukan ceritanya sendiri—entah tentang pasangan, tentang rindu, atau tentang seseorang yang pernah menjadi tempat pulang,” ujar Diva.




