Rabu, April 22, 2026

FIFest 2025, Festival Filantropi Terbesar Dukung SDGs dan Agenda Iklim Indonesia

Must Read

POPMARKET – Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menggelar Filantropi Indonesia Festival 2025 (FIFest 2025) pada 4–8 Agustus 2025 di Jakarta.

Agenda ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan berbagai pihak untuk membahas inovasi, kebijakan, dan praktik terbaik dunia filantropi.

Mengusung tema “Budaya dan Ekosistem Filantropi untuk Dampak Lebih Baik: Membuka Potensi Filantropi untuk SDGs dan Agenda Iklim”, FIFest2025 hadir melanjutkan kesuksesan edisi 2016, 2018, dan 2022.

Festival ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mendorong peran filantropi yang lebih terstruktur dan kolaboratif dalam pembangunan berkelanjutan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa kementeriannya terbuka untuk bermitra dengan pelaku filantropi.

“Kementerian PPN/Bappenas terbuka dalam berkolaborasi, termasuk dengan rekan-rekan filantropi untuk memperluas wawasan, pengetahuan, kapasitas, dan kompetensi, bagi para perencana yang akan berperan dalam pembangunan Indonesia,” ujarnya saat ditemui saat Opening Ceremony di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

Rangkaian kegiatan FIFest 2025 akan berlangsung selama lima hari, menghadirkan forum diskusi, pameran interaktif, dan showcase inovasi dari berbagai lembaga. Lebih dari 150 pembicara nasional maupun internasional dijadwalkan hadir, membahas isu-isu utama yang relevan dengan SDGs dan agenda iklim.

Rachmat Pambudy juga mengingatkan bahwa filantropi telah menjadi mitra strategis pemerintah sejak awal penerapan SDGs. Menurutnya, sejak 2018 pemerintah mendorong co-creation melalui Forum Filantropi dan Bisnis Indonesia untuk SDGs, sehingga kontribusi filantropi menjadi bagian penting dalam transformasi pembangunan.

FIFest 2025 juga akan menampilkan Philanthropy Expo, yang memamerkan inisiatif dan inovasi dari berbagai organisasi. Selain itu, ada Backyard Innovation Showcase yang menjadi ruang bagi komunitas, anak muda, dan agen perubahan memperkenalkan gagasan segar untuk pembangunan berkelanjutan.

Data PFI menunjukkan, 89 persen lembaga filantropi telah menyelaraskan programnya dengan tujuan SDGs. Sementara itu, 70 persen masyarakat menilai program-program tersebut berkontribusi langsung terhadap agenda pemerintah.

“Berdasarkan studi kami, 89 persen lembaga filantropi telah menyelaraskan programnya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), dan 70 persen masyarakat menilai bahwa program-program filantropi turut mendukung agenda pemerintah,” jelas Ketua Badan Pengurus Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), Rizal Algamar

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Article

Kementerian Desa Perkuat Kolaborasi Pembangunan Desa Lewat Kegiatan CSR ISSF, Dihadiri Perwakilan World Bank

POPMARKET - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung percepatan pembangunan desa...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_imgspot_img