POPMARKET – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung percepatan pembangunan desa melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) bersama ISSF yang digelar di kantor Kementerian Desa, Jakarta.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan dari World Bank sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan desa yang berkelanjutan dan inklusif.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menegaskan bahwa pembangunan desa membutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Pembangunan desa tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat desa,” ujar Menteri Desa.
Menurutnya, program CSR memiliki peran strategis dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa.
Apabila diarahkan secara tepat, CSR dapat menjadi instrumen percepatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Desa menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan lembaga internasional.
Sinergi yang terbangun diharapkan mampu melahirkan program-program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat serta mempercepat terwujudnya desa maju, mandiri, dan sejahtera di seluruh Indonesia.




