POPMARKET — The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) kembali digelar pada 4–8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, dengan menempati seluruh area pameran seluas hampir 25 ribu meter persegi. Memasuki penyelenggaraan ke-26, pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara ini tidak hanya memperkuat posisinya sebagai etalase kriya nasional, tetapi juga menegaskan arah baru pengembangan industri kreatif berbasis sumber daya manusia, khususnya perempuan pelaku usaha.
Diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Event, INACRAFT 2026 mengusung tema besar From Smart Village to Global Market dengan pendekatan human-centered melalui konsep Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft. Pergeseran pendekatan ini menempatkan perempuan perajin sebagai ikon utama, mengingat peran signifikan mereka dalam menjaga kesinambungan produksi, inovasi desain, hingga pengelolaan usaha kriya di berbagai daerah Indonesia.
Selama lebih dari dua dekade, INACRAFT telah menjadi penggerak utama ekspor produk kerajinan Indonesia. Tahun ini, pameran diikuti oleh 1.013 stand yang terdiri dari 788 peserta individu, 208 stand Kementerian, BUMN dan Dinas, 10 peserta internasional, serta 56 pelaku kuliner Nusantara di area Talam INACRAFT. ASEPHI menargetkan transaksi ritel mencapai Rp102,5 miliar dengan nilai kontrak dagang sebesar USD 1,5 juta, serta kunjungan hingga 100.000 pengunjung termasuk 1.000 buyer mancanegara dari berbagai negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Australia, Prancis, hingga Maroko.
Kehadiran INACRAFT 2026 juga menjadi momentum konsolidasi pelaku UMKM kriya di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika pasar domestik. Melalui sistem kurasi dan zoning produk yang ketat, pengunjung dan buyer dapat menjelajahi ragam produk unggulan mulai dari wastra, perhiasan, aksesori, dekorasi rumah, hingga produk fashion dan kulit dengan kualitas berstandar ekspor.
Dukungan sektor perbankan kembali menjadi faktor penting dalam penguatan ekosistem. Bank Mandiri hadir sebagai Main Sponsor, menghadirkan berbagai program transaksi sekaligus solusi pembiayaan dan digitalisasi UMKM. Senior Vice President Bank Mandiri, Abeka Natalia, menegaskan kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong pelaku usaha lokal naik kelas dan berdaya saing global. Melalui inisiatif Mandiri Looping for Life, Bank Mandiri juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, ekonomi sirkular, dan pengurangan emisi karbon ke dalam pengembangan UMKM kreatif.
Selain sebagai ajang transaksi, INACRAFT 2026 juga memperkuat fungsi edukasi dan peningkatan kapasitas melalui talkshow, workshop, seminar keberlanjutan, hingga penghargaan bergengsi seperti INACRAFT Awards. Tahun ini, dua kategori baru diperkenalkan, yakni INACRAFT Womenpreneurs Award dan INACRAFT Digital Excellence Award, sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi, kepemimpinan perempuan, dan adaptasi teknologi dalam industri kriya.
Dengan skala, jejaring, dan visi yang terus berkembang, INACRAFT 2026 tidak sekadar menjadi pameran tahunan, melainkan platform strategis yang mempertemukan kreativitas, nilai budaya, dan peluang bisnis lintas pasar.




