Jumat, April 17, 2026

Yayasan Belantara Budaya Indonesia dan Museum Nasional Indonesia Resmikan Sekolah Tari Tradisional Gratis

Must Read

POPMARKET – Mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan, Yayasan Belantara Budaya Indonesia dan Museum Nasional Indonesia mengumumkan peresmian kembali program sekolah tari tradisional gratis untuk anak kurang mampu hingga disabilitas.

Acara ini diselenggarakan pada Sabtu, 15 Februari 2025, di Museum Nasional Indonesia. Dalam acara peresmian ini dihadiri oleh dua founder Yayasan Belantara Budaya Indonesia, yakni Ni Luh Putu Chandra Dewi dan Diah Kusumawardani Wijayanti.

Selain itu, turut hadir Cynthia Ganesha selaku Direktur Film, Musik, Seni Kementerian Kebudayaan dan Sekretaris Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, Syaiful.

Selanjutnya, acara ini diresmikan dengan pembunyian angklung sebagai tanda bahwa sekolah tari Budaya Belantara Indonesia di Museum Nasional kembali dibuka.

Kemudian, disusul dengan Flashmob tari tradisional bersama dengan menggunakan kostum berwarna pink sebagai bentuk perayaan hari kasih sayang dengan mencintai budaya Nusantara.

Dalam kesempatan ini, Cynthia yang hadir menggunakan kebaya berwarna pink kagum dengan anak-anak yang terdaftar dalam yayasan. Bahkan, dia ikut menari bersama dan memberikan motivasi kepada anak-anak.

Yayasan Belantara Budaya Indonesia dan Museum Nasional Indonesia mengumumkan peresmian kembali program sekolah tari tradisional gratis
Yayasan Belantara Budaya Indonesia dan Museum Nasional Indonesia mengumumkan peresmian kembali program sekolah tari tradisional gratis

“Untuk anak-anak di Indonesia, mari bersama melestarikan budaya Indonesia,” ujar Cynthia di Museum Nasional.

Sementara itu, Diah menjelaskan ini merupakan upaya pelestarian budaya tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas, institusi pendidikan, dan para seniman.

Oleh karena itu, kata Diah, kolaborasi antara Yayasan Belantara Budaya Indonesia, Museum Nasional Indonesia, serta Museum dan Cagar Budaya (MCB) menjadi contoh yang patut kita teladani dan dukung bersama.

“Saya ingin memberikan ruang kepada anak-anak disabilitas ini bersinar dengan bakat yang dimilikinya. Saya sudah banyak melihat anak-anak disabilitas ini mempunyai bakat yang hebat,” katanya.

Yayasan Belantara Budaya Indonesia, dijelaskan oleh Diah, memiliki 21 sekolah dan sudah berdiri sejak 10 tahun lalu, dengan jumlah siswa 8000 anak.

Yayasan ini berkomitmen untuk melestarikan budaya nusantara dan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar dan mengembangkan bakat mereka.

“Program ini bukan hanya mengajarkan keterampilan menari, tetapi juga memperkenalkan budaya leluhur sejak dini serta mengenalkan anak-anak pada museum sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya,” kata dia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Article

Ketua Asbanda: BPD Harus Jadi Orkestrator Keuangan Daerah, Bukan Sekadar Penyalur Dana

POPMARKET - Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Agus H. Widodo, menegaskan bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) harus...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_imgspot_img