Jumat, April 17, 2026

Cara BINUS Alam Sutera Cetak Talenta Berkualitas di Industri Creative Business

Must Read

POPMARKET – BINUS Alam Sutera memperkuat perannya sebagai inkubator talenta kreatif masa depan untuk menjawab kebutuhan industri creative business yang terus berkembang. 

Prof. Dr. Lim Sanny, S.T., M.M., selaku Direktur Kampus, menyampaikan bahwa BINUS Alam Sutera hadir sebagai kampus yang berfokus pada pengembangan talenta creative business yang mampu bersaing secara global.

Oleh sebab itu, menjawab tantangan ekonomi yang tidak stabil, daya beli masyarakat yang melemah, dan meningkatnya pengangguran di sektor manufaktur, BINUS Alam Sutera menghadirkan solusi pendidikan inovatif yang terintegrasi dengan dunia industri. 

“Salah satu keunggulan kami adalah program pendidikan yang memungkinkan mahasiswa lulus dan siap berkarier hanya dalam waktu 2,5 tahun,” kata Prof. Dr. Lim Sanny di acara Media Gathering yang berlangsung di Lab Fashion BINUS Alam Sutera, Tangerang Selatan, Kamis (10/4/2025). 

Kembali dijelaskannya, keunggulan tersebut diwujudkan melalui berbagai program akademik dan non-akademik yang saling terintegrasi.

Seperti Enrichment Program yang memberikan pengalaman langsung di dunia kerja sebelum lulus, Minor Program yang memperkaya kompetensi lintas bidang antara bisnis, komunikasi, dan teknologi, serta Mobility Program yang membuka kesempatan mahasiswa untuk belajar lintas kampus dan memperluas wawasan global. 

“Didukung oleh lebih dari 2.200 mitra industri dan jaringan alumni yang luas, mahasiswa BINUS memiliki akses besar untuk memulai karier lebih awal dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Prof. Dr. Lim Sanny.

Tak hanya dari sisi kurikulum, BINUS Alam Sutera juga menyediakan berbagai fasilitas modern yang mendorong mahasiswa untuk terus berinovasi dan bereksplorasi secara praktis. 

Mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas dan keahlian mereka melalui berbagai laboratorium tematik seperti Lab Fashion, Lab Film, Lab Food Technology, serta lab interdisipliner lainnya yang terintegrasi dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan kebutuhan industri. 

Lingkungan kampus yang kreatif dan kolaboratif ini mendukung proses inkubasi ide hingga menjadi karya nyata yang siap dipasarkan atau diaplikasikan secara profesional.

“Industri kreatif menuntut SDM yang tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki pemahaman lintas disiplin dan pengalaman lapangan. Pendekatan yang kami tawarkan menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut,” tambah Prof. Dr. Lim Sanny.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Article

Ketua Asbanda: BPD Harus Jadi Orkestrator Keuangan Daerah, Bukan Sekadar Penyalur Dana

POPMARKET - Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Agus H. Widodo, menegaskan bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) harus...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_imgspot_img