Sabtu, April 18, 2026

Hadapi Cognitive Warfare, Media dan Institusi Bangun Kolaborasi Lawan Disinformasi

Must Read

POPMARKET — Dalam menjawab tantangan komunikasi publik di era disrupsi informasi, empat entitas media dan event, ANTARA, Garuda TV, Indozone, dan ON US Asia menggelar talkshow bertema “Bagaimana Menghadapi Medan Perang Baru, Cognitive Warfare: Media, Narasi, dan Membangun Persepsi!” di ANTARA Heritage Center.

Acara ini menghadirkan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso, serta pakar komunikasi dan pengajar Prof. Dr. Widodo Muktiyo, .Comm.

Diskusi menyoroti pentingnya peran media dan komunikasi dalam menjaga stabilitas informasi di tengah maraknya disinformasi, hoaks, dan tantangan digital.

Dalam paparannya, Hasan Nasbi menekankan disinformasi dan polarisasi sosial masuk keempat besar ancaman global setelah konflik bersenjata antar negara, ekonomi, dan perubahan iklim.

“Kerugian disinformasi akan mencapai 1000 triliun per tahun kalau ini dibiarkan akan semakin meningkat,” ujar Hasan Nasbi yang juga pendiri lembaga survei Cyrus Network dan konsultan komunikasi politik.

Sementara itu, Fadjar Djoko Santoso menyampaikan perspektif dari dunia korporasi, khususnya bagaimana perusahaan publik seperti Pertamina mengelola komunikasi krisis dan menjaga reputasi melalui transparansi dan kecepatan informasi.

“Kita juga menyiapkan infrastruktur untuk masyarakat memeriksa balik, dengan adanya call center, kita punya tim 24 jam untuk melayani masyarakat sehingga bisa meluruskan disinformasi, hampir ada 350 informasi hoax, 50 persen itu adalah informasi hoax terkait dengan lowongan pekerjaan di pertamina,” kata Fadjar, juru bicara sekaligus Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero).

Prof. Widodo Muktiyo juga menyampaikan bahwa dunia komunikasi saat ini membutuhkan kolaborasi antarsektor agar informasi yang disampaikan tidak hanya cepat, tapi juga bertanggung jawab dan edukatif.

“Saat ini yang dibutuhkan adalah kita semua memberikan oksigen pada bangsa ini sehingga kita semua punya kemampuan menanam rumput-rumput hijau dalam dunia virtual sehingga ilalang di dalamnya tertutupi dengan rumput hijau itu,” ujar Prof. Widodo, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret dan mantan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Article

Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

POPMARKET - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajaran BUMD untuk terus memacu daya saing agar tidak hanya dominan...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_imgspot_img